Monday, 15 December 2008

KPK Bongkar Korupsi di Tegal

ADANYA pejabat penting di lingkungan Pemkab Tegal yang beredar rumor akan diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya terjawab. Teka-teki itu terjawab, setelah Senin (15/12), beberapa pejabat diantaranya Asisten I Setda Tegal Haron Bagas, Kabag Pemerintahan Fajar Rohwadi, dan Subag Agraria Eddy T Sasmoko SH dan beberapa pegawai lainnya menjalani pemeriksaan oleh penyidik yang terkenal tak pandang bulu itu. Sedangkan personil dari KPK yang akan membongkar kasus dugaan tindak pidana korupsi di Pemkab Tegal tersebut nampak empat orang saja yang turun diantaranya satu orang perempuan.

Dari pantauan di lapangan, hadirnya KPK di lingkungan Pemkab Tegal nampak membuat banyak perhatian. Bahkan, beberapa pegawai setempat banyak yang mengaku was-was akan datangnya tim KPK yang diduga hendak membongkar dugaan korupsi yang ada di tubuh Pemkab. Namun demikian, beberapa pejabat yang sempat diperiksa juga nampak tertutup. Bahkan, seperti Haron Bagas sempat terusik akan keberadaan wartawan yang tengah berada di ruang tunggu depan ruangan Bupati. Demikian juga dengan PLt Bupati Tegal Amat Antono melalui ajudannya Kasnawi, yang sempat mengusir keberadaan untuk tidak duduk di ruang tunggu tersebut. Namun demikian, meski sempat diusir wartawan yang ingin terus berusaha mendapatkan informasi akhirnya terjawa sudah. Salah satu pejabat yang baru diperiksa, Eddy T Sasmoko membenarkan bahwa ada empat orang KPK yang kini tengah mengumpulkan data dugaan korupsi di tubuh Pemkab Tegal.

''Ya, saya memang tadi baru saja menjalani pemeriksaan KPK. Sedangkan materinya terkait keagrariaan. Diantaranya akan kasus Jalan Lingkar Kota Slawi (Jalingkos), lapangan Road Race di Cacaban Kedungbanteng, dan akan pembangunan Res Area di Margasari,'' terangnya.

Menurutnya, KPK datang ke sini (Pemkab Tegal) sekitar pukul 09.30 WIB. Keempat orang dari KPK juga langsung mengundang beberapa pejabat terkait.

''Kalau keterangan saya sih hanya pemberian data saja. Sebab, dalam proses pembangunan tersebut saya juga kurang tahu persis. Jadi, data yang saya berikan hanya sebatas persoalan yang saya tahu dan akan berkas yang ada dalam pelaporan di kami,'' beber Eddy.

Sementara berbeda dikatakan Harron Bagas. Asisten I Setda Tegal ini justru membantah akan persoalan tersebut. ''Mana ada pemeriksaan akan hal itu. Rombongan KPK itu datang ke sini untuk menanyakan akan persoalan proyek DAK (Dana Alokasi Khusus) terkait pembangunan TPI di Suradadi. Tidak lebih dari itu,'' beber Bagas sambil meninggalkan wartawan.

Namun PlT Bupati Tegal Amat Antono, saat dikonfirmasi mengaku tidak tahu akan kedatangan KPK. ''Oh maaf mas saya tidak tahu akan KPK,'' terangnya sambil masuk ke dalam ruangan.

Pantauan Radar di lapangan, pemeriksaan yang dilakukan oleh KPK hingga pukul 13.00 WIB. Namun, usai memeriksa beberapa pejabat empat personil dari KPK tersebut enggan berkomentar. Bahkan, saat keluar dari ruangan Transit persis di depan ruangan Bupati Tegal tersebut keempat anggota KPK terseut nampak bergegas menuruni tangga. Bahkan, meski anggota KPK tersebut dikejar-kejar wartawan mereka tidak mau buka mulut akan apa saja materi dan siapa saja yang baru menjalani pemeriksaan tersebut. Kendati demikian, salah satu anggota KPK yang menggunakan kaca mata dan mempunyai badan kurus tersebut akhirnya memberikan komentar meski hanya sepatah.

''Tolong mas, biarkan kami bekerja lebih dulu. Sebab, beberapa kasus dugaan korupsi yang sedang kami usut baru tahap penyelidikan,'' bebernya sambil langsung menaiki mobil Kijang bernopol G 9139 AE. Sementara datangnya KPK di lingkungan Pemkab Tegal ini juga membuat sejumlah kalangan PNS bertanya-tanya. Namun, sejak adanya berita akan kedatangan KPK, sejumlah PNS juga banyak kelihatan yang menyibukan diri. (*)

No comments: