Saturday, 6 September 2008

Dollar Lagi Dari BizHat


Satu lagi nih ada program peraup dollar. Program ini hampir sama dengan ziddu, yaitu sistemnya adalah kita upload file trus dapet dollar jika ada yang mendownload file tersebut. Namanya adalah BizHat. Tapi program BizHat ini memiliki kelebihan dibanding ziddu, apa itu?

kelebihannya yaitu saat pertama kali daftar kita akan langsung dapet kucuran dana sebesar $1 (lumayan), trus kelebihan lainnya adalah batas minimum penarikan. Kalo ziddu batas penarikannya adalah $10 tapi yang ini (BizHat) batas penarikannya adalah $5, jadi kita hanya butuh $4 lagi supaya bisa mencicipi hasil pertama. Bayarannya akan dikirim lewat paypal.

Berikut ini feature2 selengkapnya dari BizHat:

1. Kapasitas penyimpanan Unlimited.
2. Maksimal per file untu di upload 200 MB.
3. $0.001 per unik download.
4. $0.1 per referral yang mendaftar.
5. Bonus $1 saat mendaftar.

Nah bagi yang pengen mendapatkan penghasil tambahan, buruan mendaftar. Mendaftarnya lewat sini aja ya, alias jadi referalku, kan aku yang ngasih tahu info ini ke kamu, gak ada ruginya kok. OK.. http://uploads.bizhat.com/my_account.php

Wednesday, 3 September 2008

Pilih Suami, Lima Perempuan Dikubur Hidup-hidup

Polisi Pakistan sedang menyelidiki pembunuhan terhadap lima perempuan yang mencoba memilih suami sesuai keinginan mereka. Anggota legislatif setempat membela pembunuhan ini yang dianggap sebagai tradisi turun-temurun.

Para perempuan itu, tiga di antaranya masih remaja, ditembak, dilempar ke parit, lalu dikubur hidup-hidup sekitar setahun lalu. Pembunuhan semacam ini kerap disebut "pembunuhan demi kehormatan". Polisi mengatakan telah menahan tiga orang kerabat perempuan itu yang dianggap bertanggung jawab.

Di sejumlah kawasan yang konservatif, perempuan yang menikah atau berhubungan dengan pria tanpa sepengetahuan keluarga dianggap sebagai penghinaan. Biasanya para perempuan itu menebus "kesalahan" itu dengan nyawanya.

Pembunuhan bulan lalu itu diduga terjadi setelah para korban mengabaikan keputusan para tetua suku. Tiga di antaranya minta dinikahkan lewat pengadilan umum. Namun, ketika kasus ini dibawa ke parlemen, seorang politisi asal Provinsi Baluchistan mengatakan bahwa hanya orang yang melakukan perbuatan amorallah yang takut.

"Ini tradisi yang berlangsung ratusan tahun dan saya akan terus mempertahankannya," kata Israr Ullah Zehri, yang mewakili Baluchistan, tempat tinggal para korban, dalam sidang parlemen, Sabtu (30/8).

Pernyataan Israr itu membuat anggota parlemen lainnya marah dan mengancam akan melakukan penyelidikan atas pembunuhan itu. Hasilnya, pengadilan tinggi Baluchistan, Senin (1/9), memerintahkan penyelidikan dan menyeret pelakunya ke meja hijau. Asif Warraich, kepala kepolisian Baluchistan, pada hari yang sama mengumumkan penahanan tiga tersangka.

Pernyataan Israr itu juga menyulut aksi protes oleh 60 aktivis di depan parlemen. Mereka mengatakan, menghukum orang dengan mengubur mereka hidup-hidup bukanlah sebuah kehormatan. "Kami mengutuk tindakan barbar ini. Ini berlawanan dengan Islam, melawan kemanusiaan, dan melawan kebudayaan beradab," kata Mohammed Ibrahim, senator partai Islam, Islamist Jamaat-e-Islami.

Sanaullah Baloch, pemimpin nasionalis dari Baluchistan, membantah pengadilan brutal itu melekat dalam budaya setempat. Ia malah menuduh pemerintah gagal menyediakan pelayanan kesehatan dan pendidikan yang lebih baik bagi perempuan dan gadis di kawasan yang masih terbelakang namun kaya sumber daya alam itu. "Masyarakat yang terpinggirkan secara sosial dan ekonomi selalu frustrasi," kata Baloch

Para aktivis hak asasi manusia mengatakan, kelima perempuan itu diculik di bawah todongan senjata api oleh enam orang di desa Baba Kot. Mereka dipaksa naik mobil lalu dibawa ke sebuah ladang. Di situ mereka dipukuli dan ditembak. Setelah dilempar ke parit, tubuh mereka ditutup batu dan lumpur meski masih bernapas.

Para aktivis mengatakan, penyelidikan itu akan berlangsung lama dan sulit karena para tetua suku terlibat. Pembunuhan demi kehormatan ini diyakini banyak yang tidak dilaporkan. Komisi HAM Pakistan mengatakan, 174 perempuan menjadi korban kejahatan seperti ini selama 2005. Angka itu meningkat setahun kemudian menjadi 270 dan 280 kasus pada 2007. Angka pada lima bulan pertama 2008 sudah mencapai 107 kasus. Kelompok-kelompok pembela HAM mengatakan hanya sedikit pelaku yang dihukum. kompas

Monday, 1 September 2008

Maddux ties Clemens as Dodgers top Padres

Los Angeles, CA (Sports Network) - Casey Blake homered and scored two runs to give the Los Angeles Dodgers a 5-2 victory over the San Diego Padres in the first of three games at Chavez Ravine.

Greg Maddux (7-11) got his first win in a Dodger uniform in two years and tied Roger Clemens for eighth all-time with 354 wins, allowing two runs on six hits with four strikeouts. Jonathan Broxton pitched a scoreless ninth for his 11th save of the season.

"You don't like to compete against your friends, and I made some friends over there," Maddux said about beating his former team. "I just tried to stay in the game. You have to thank our bullpen, and they did a good job over the last four innings. (Clemens and I) pitch a lot alike, but he pitched faster. I wish him the best. I've always considered him the best in the game."

Manny Ramirez went 1-for-2 with a walk and a run batted in and James Loney added two hits for Los Angeles, which has won three straight after losing eight in a row.

"(Maddux) was in command and we had good baserunning," Dodgers manager Joe Torre said. "We understand we need to be aggressive. A lot of good things happened tonight."

The Dodgers, coupled with a Diamondbacks victory earlier Monday, remained 2 1/2 games behind Arizona for the NL West lead.

Adrian Gonzalez had a double and scored a run and Kevin Kouzmanoff drove in a run as the Padres snapped their two-game winning streak.

Chris Young (4-5) made his first appearance since August 10, throwing five innings and giving up four runs and six hits while striking out three and walking three.

Brian Giles, Luis Rodriguez and Kouzmanoff started the first inning with three consecutive singles off Maddux to give the Padres an early 1-0 lead.

The Dodgers tied it up in the home first. Andre Ethier drew a one-out walk, stole second, advanced to third on Nick Hundley's throwing error and scored on Loney's RBI single.

Los Angeles took the lead in the second. Blake led off with a single, stole second and scored on Angel Berroa's RBI double. Maddux followed by helping his own cause with an RBI single to plate Berroa.

The Dodgers took a 4-1 lead in the third on Blake's one-out solo homer off Young.

The Padres put together a two-out rally in the sixth. Gonzalez and Chase Headley hit back-to-back doubles off Maddux to cut the deficit to two.

The Dodgers padded their lead in the seventh. Russell Martin and Andre Ethier each singled to put runners on the corners. Ramirez hit a sacrifice fly to give Los Angeles a 5-2 lead.

Game Notes

The season series is tied 5-5...Before the game, the Padres activated pitchers Young and Shawn Estes from the 15-day disabled list, requested waivers on infielder Tadahito Iguchi and pitcher Brett Tomko for the purpose of giving them their unconditional release and purchased the contracts of infielder Matt Antonelli and pitcher Wade LeBlanc from Triple-A Portland...The Dodgers on Monday placed second baseman Jeff Kent on the 15-day disabled list, retroactive to August 30, recalled infielder Chin-lung Hu, outfielder Jason Repko, and pitchers Eric Stults and James McDonald from Triple-A Las Vegas, activated outfielders Andruw Jones and Delwyn Young from the 15-day disabled list and activated pitcher Scott Proctor from the 60-day disabled list...Loney extended his hitting streak to 11 games. wwwplasacom

Hari Pertama Puasa, Harga Bahan Pokok Stabil

Memasuki hari pertama puasa, harga bahan pokok relatif stabil di Jakarta. Berdasar pantauan Kompas.com di pasar Kramat Jati harga beras kualitas C-4 berkisar antara Rp 4.500-Rp 5.000 per liter, dan untuk beras wangi Rp 6.000 per liter. Harga minyak goreng curah juga stabil antara Rp 12.000-12.500 per liter, dan minyak goreng sawit Rp 9.000 per liter.

Sedangkan harga gula pasir turun dari harga Rp 6.000 menjadi Rp 5.700 per kilogram. Kenaikan harga terjadi pada bahan lauk-pauk dan daging. Daging ayam naik dari harga Rp 18.000 per ekor menjadi Rp 25.000 per ekor. Daging sapi naik dari harga Rp 60.000 per kilogram menjadi Rp 65.000 per kilogram.

Ikan tengiri naik dari Rp 35.000 per kilogram menjadi Rp 45.000 per kilogram. Cumi-cumi naik dari Rp 25.000 per kilkogram menjadi Rp 30.000 per kilkogram. Udang naik dari Rp 35.000 per kilogram menjadi sekitar Rp 42.000-Rp 45.000 per kilogram. Ikan patin naik dari Rp 10.000 menjadi Rp 13.000. Ikan baronang naik dari Rp 16.000 menjadi Rp 18.000. Sedangkan untuk tahu putih naiki dari Rp 3.000 menjadi Rp 4.000, dan tempe juga naik dari Rp 2.000 menjadi Rp 2.500 per potong.

Sekretaris Jenderal Departemen Perdagangan Ardiansyah Parman menilai kenaikan bahan pokok pada bulan Ramadhan dan menjelang Lebaran merupakan hal biasa. Pasalnya, permintaan bahan pokok cenderung meningkat. Diperkirakan, kata Ardiansyah, harga pangan akan naik pada H-7 menjelang Lebaran. "Kenaikan mejelang Lebaran wajar, tetapi tidak banyak. Paling hanya 10 persen saja," tutur Ardiansyah saat dihubungi Kompas.com melalui telpon, Senin (1/9).

Ardiansyah juga mengatakan harga akan tetap stabil kalau supply barang lancar dan tidak ada yang kosong. Sejauh ini, menurut Ardiansyah, pasokan bahan pokok di Jakarta dan berbagai daerah terbilang lancar. Sementara itu, di Pasar Induk Kramat Jati harga sayur juga stabil.

Namun, harga buah-buahan mengalami kenaikan. Harga bawang merah Rp 5.500 per kilogram, Kentang Bandung Rp 3.500 per kilogram, kentang Dieng Rp 4.000, KOl sayur turun dari harga Rp 1.500 per kilogram menjadi Rp 1.200 per kilogram. Cabai keriting Rp 10.000 per kilogram, cabai rawit merah turun dari Rp 16.000 per kilogram menjadi Rp 14.000, Cabai rawit hijau Rp 7.000 per kilogram, dan cabai hijau Rp 5.000 per kilogram.

Tomat Bandung naik dari Rp 4.000 per kilogram menjadi Rp 6.000 per kilogram, bawang Bombay stabil Rp 8.000 per kilogram. Melon super naik menjadi Rp 4.500 per kilogram dari sebelumnya yang hanya Rp 4.200 per kilogram. Semangka Banyuwangi naik dari Rp 2.000 menjadi Rp 2.500 per kilogram.

Semangka Lampung naik dari Rp 1.800 menjadi Rp 2.100 per kilogram. Jeruk lokal stabil sekitar Rp 7.000 per kilogram. Mangga lokal juga stabil Rp 7.000 per kilogram. Sedangkan beberapa buah impor justru mengalami penurunan harga. Apel Fuji turun dari harga Rp 15.000 menjadi Rp 14.000. Jeruk impor juga turun dari Rp 23.000 menjadi Rp 19.500 per kilogram. Kenaikan harga tersebut tidak diikuti dengan melonjaknya daya beli. Menurut penjual di Pasar Induk Kramat Jati Yudi, hingga kini minat pembeli masih sedikit. "Hari ini sepi. Entah kalau besok dekat-dekat Lebaran. Biasanya ramai," kata Yudi. Kompas

Pembantaian Timor Timur

Munculnya ide pelepasan Timor-Timur (Timtim) berawal dari dua opsi yang diajukan Presiden B.J. Habibi melalui referendum pada 27 Januari 1999. Opsi pertama memberi otonomi khusus kepada Timtim, dan kedua pemisahan Timtim dari Indonesia. Rakyat Timtim memilih opsi kedua, karena dinilai sebagai pilihan terbaik setelah mereka merasa disakiti selama 24 tahun oleh Indonesia.

Pada referendum 30 Agustus 1999, Timtim menyatakan merdeka dari Indonesia, hasil referendum diumumkan, dan rakyat Timtim lepas dari kuasa Indonesia. Begitu rakyat Timtim menyatakan keberaniaannya melepaskan diri dari belenggu Indonesia, kekerasan terjadi di mana-mana. Kelompok militer muncul di mana-mana, bikin onar, dan membantai orang-orang yang memperjuangkan kemerdekaan.

Pada masa itu, Timtim kembali ke ''titik nol'', kosong seperti tidak punya sejarah, nyawa manusia banyak tercincang layaknya ayam yang mau dipanggang. Baru tiga tahun kemudian, tepatnya pada 20 Mei 2002, Timtim resmi manjadi negara merdeka, dan mengubah namanya menjadi Timor Leste dengan bahasa resmi Portugal. Dengan meresmikan sebagai negara sendiri, kemerdekaannya diharapkan mampu memberi pencerahan baru terhadap masyarakat Timtim. Namun, kemerdekaan tidak semegah yang dibayangkan sewaktu mempertahankan dengan kucuran darah. Kemerdekaannya justru dirasakan oleh orang-orang di luar Timtim yang sengaja menyeting rakyat Timtim hidup dalam konflik.

Dengan status sebagai ''negara muda'' yang stabilitas politik dan ekonominya masih sangat rentan konflik kepentingan, Timtim terombang-ambing menentukan arah masa depannya. Terlebih bila dikaitkan dengan tragedi masa lalu yang penuh darah dan pembantaian.

Buku ini mencoba memotret gejolak politik kepentingan yang terjadi sepanjang 1999 dan setelah Timtim menentukan hari kemerdekaannya. Kejahatan kemanusiaan yang pernah melenyapkan tanah Lorosae sampai saat ini masih bergentayangan dengan berbagai bentuk. Joseph Nevins, penulis buku ini, memaparkan secara gamblang kekacauan yang terjadi sebagai saksi dari insiden-insiden kekerasan pada 1999.

Komisi Penyelidik Pelanggaran Hak Asasi Manusia (KPP HAM) Timor-Timur yang dibentuk Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (KOMNAS HAM) melaporkan adanya persekongkolan yang menjadi dasar bagi aksi kekerasan yang kemudian terjadi secara sistematis dan meluas. Antara lain adalah gelontaran dana yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) pemda dan alokasi anggaran rutin pembangunan daerah dan dana jaring pengaman sosial (JPS) untuk membiayai pembentukan dan perekrutan anggota pamswkasrsa. Bukan hanya itu, TNI terbukti juga memasok berbagai persenjataan kepada milisi. Mulai jenis SKS, N-16, Mauser/G-34, granat, pistol, termasuk sejumlah senapan rakitan.

Dalam catatan Joseph, pada September 1999 TNI dan milisi melakukan sejumlah pembunuhan, pembakaran rumah-rumah, pengusiran secara paksa terhadap warga Timtim yang memilih untuk merdeka dalam referendum yang dilaksanakan PBB. Setelah seperempat abad dalam pendudukan Indonesia, sekitar 1.000 sampai 2.000 warga sipil Timtim terbunuh hanya dalam beberapa bulan sebelum dan beberapa hari sesudah referendum 1999. Sekitar 500.000 orang terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka dan lari mengungsi.

Namun, kasus yang paling menonjol dan sampai saat ini masih memberi embrio terjadinya konflik baru, antara lain pembantaian di Gereja Liguica, pembunuhan warga Kailako di Bobonaro, penghadangan rombongan Manuel Gama, eksekusi penduduk sipir di Boronaro, dan penyerangan rumah Manuel Carrascalao. Juga kerusuhan di Dili, penyerangan diosis Dili, penyerangan rumah Uskup Belo, pembakaran rumah penduduk di Maliana, penyerangan kompleks gereja di Suai, dan pembunuhan di Polres Maliana. Termasuk pembunuhan wartawan Belanda Sander Thoenes serta pembunuhan rombongan rohaniawan di Lospalos.

Ia merekam sendiri tindak kekejaman yang tidak manusiawi secara langsung di Timtim. Dia berada di tengah kekacauan dan amuk massa pada 1999 itu. Bagi dia, semua tragedi menjadi sebuah pertanyaan dan gugatan reflektif ihwal carut-marut kemanusiaan yang terus terjadi di berbagai belahan dunia.

Bagi Joseph, buku ini menjadi sebuah media kritik dan evaluasi di tengah berbagai tragedi mengenaskan dunia yang terus terjadi tanpa henti. Penulis sadar bahwa tragedi yang terjadi di Timtim tidak bisa dipotret seutuhnya, secara sempurna, tetapi dia melihat bahwa tragedi itu harus disuarakan, agar menjadi keprihatian masyarakat dunia.

Buku ini menjadi bahan renungan tersendiri bagi Indonesia. Meski Timtim sudah tidak lagi menjadi bagian dari Indonesia, sejarah tidak akan pernah melupakan bahwa Indonesia pernah mengobrak-abrik rakyat Timor-Timur.

Buku ini mungkin akan memerahkan telinga para petinggi TNI dan Polri, karena banyak informasi yang menelanjangi sepak-terjang tentara dan polisi selama bertugas di sana. Kejahatan kemanusiaan adalah derita bagi semua orang, dan semua orang bisa merasakan perihnya. jawapos